
Eintracht Frankfurt
Eintracht Frankfurt — Jadwal, Hasil & Statistik Bundesliga
Eintracht Frankfurt Bundesliga 2025/2026 sedang berada di momen yang tak nyaman saat musim masuk ke fase akhir. Ketika poin makin mahal dan ruang untuk salah makin sempit, setiap hasil terasa lebih berat dari biasanya.
Di titik ini, tekanan bukan cuma datang dari klasemen, tetapi juga dari cara tim bermain. Jika performa menurun, lini belakang mudah goyah, atau serangan tak lagi tajam, satu hasil buruk bisa memicu rangkaian masalah lain yang sulit dihentikan. Itulah alasan akhir musim selalu jadi fase yang paling menegangkan bagi klub seperti Frankfurt.
Bagi para fans, situasinya juga terasa lebih keras. Mereka ingin tim tetap stabil, bersaing dengan percaya diri, dan menutup musim dengan harga diri, bukan sekadar bertahan dari hasil yang terus naik turun. Saat ekspektasi tinggi bertemu dengan performa yang tak konsisten, kritik pun cepat muncul.
Pada saat yang sama, periode ini sering menunjukkan karakter asli sebuah tim. Apakah masalahnya ada pada taktik, mental, cedera, atau kedalaman skuad, jawabannya akan terlihat lebih jelas saat tekanan memuncak. Di sinilah Eintracht Frankfurt Bundesliga 2025/2026 diuji secara penuh, bukan hanya dari sisi hasil, tetapi juga dari ketahanan mereka sebagai satu tim.
Artikel ini akan membahas penyebab situasi sulit tersebut, dampaknya pada perjalanan mereka di liga, dan peluang yang masih terbuka untuk keluar dari tekanan. Dari sana, gambaran soal masa depan Frankfurt akan jadi jauh lebih terang.
Apa yang membuat performa Eintracht Frankfurt menurun di penghujung musim?
Penurunan performa Eintracht Frankfurt Bundesliga 2025/2026 biasanya muncul dari kombinasi kecil yang saling menekan. Satu hasil buruk memicu rasa ragu, lalu ritme permainan ikut turun, dan tim jadi lebih sulit menjaga tempo sepanjang laga.
Di fase akhir musim, masalah seperti ini terasa lebih berat. Poin hilang lebih cepat, tekanan naik, dan margin kesalahan makin tipis. Karena itu, performa Frankfurt sering terlihat bukan jatuh karena satu faktor besar, melainkan karena beberapa kelemahan yang muncul bersamaan.
Hasil buruk yang berulang mulai mengganggu kepercayaan diri tim
Saat Frankfurt kehilangan poin di laga yang seharusnya bisa mereka menangkan, efeknya tidak berhenti pada papan skor. Pemain mulai bermain lebih hati-hati, keputusan jadi terlambat, dan serangan yang biasanya cair berubah kaku. Dari luar, itu terlihat seperti tim yang kehabisan ide, padahal masalah awalnya sering datang dari rasa percaya diri yang menurun.
Rangkaian hasil negatif juga punya efek berantai. Ketika satu laga berakhir mengecewakan, pertandingan berikutnya sering dimulai dengan beban yang lebih besar. Pemain takut mengulang kesalahan, sehingga mereka memilih aman terlalu lama dan kehilangan agresivitas yang dibutuhkan untuk menekan lawan.
Dalam sepak bola, kepercayaan diri sering menentukan setengah langkah pertama. Jika langkah itu ragu-ragu, seluruh struktur permainan ikut goyah.
Bagi tim seperti Frankfurt, stabilitas mental sama pentingnya dengan kualitas teknik. Mereka bisa saja masih menciptakan peluang, tetapi jika kepala sudah dipenuhi kekhawatiran, penyelesaian akhir dan pengambilan keputusan akan ikut menurun. Itulah sebabnya hasil buruk yang berulang terasa seperti pasir di sepatu, kecil, tetapi mengganggu terus-menerus.
Masalah di lini belakang yang membuat tim sulit tenang
Lini belakang yang mudah bocor di momen penting membuat Frankfurt sulit bermain dengan tenang. Satu kebobolan di waktu krusial sering mengubah rencana pertandingan, karena tim harus mengejar skor dan membuka ruang lebih lebar. Akibatnya, mereka kehilangan kendali atas alur laga.
Kerap rapat saat transisi juga sangat menentukan. Ketika bola hilang, tim yang terlambat turun memberi lawan jalan masuk yang terlalu mudah. Dalam situasi seperti itu, bek sering dipaksa bertahan dalam kondisi tidak ideal, dan kesalahan individu jadi lebih mungkin terjadi.
Ada beberapa pola yang biasanya langsung merusak rasa aman tim:
- Kebobolan di waktu penting, terutama saat laga mulai mengarah ke hasil aman.
- Jarak antarlini terlalu longgar, sehingga lawan leluasa masuk ke area berbahaya.
- Kesalahan individu, misalnya salah antisipasi, salah komunikasi, atau telat menutup ruang.
Setiap masalah itu punya efek yang sama, yaitu membuat tim bermain dengan rasa waswas. Saat bek tidak yakin dengan perlindungan di depannya, gelandang juga menahan diri untuk naik terlalu jauh. Alhasil, Frankfurt kehilangan keberanian untuk menekan, lalu memilih bertahan lebih dalam dan memberi inisiatif ke lawan.
Serangan yang kehilangan ketajaman pada momen penentu
Di depan, Frankfurt bisa tampak bekerja keras, bergerak aktif, dan terus menekan. Namun, kerja keras saja tidak cukup jika peluang bersih tidak berubah menjadi gol. Di fase akhir musim, efisiensi jadi ukuran yang paling mahal, karena satu peluang bisa menentukan nasib banyak poin.
Masalahnya sering bukan pada jumlah upaya, melainkan pada hasil akhirnya. Serangan yang terlalu sering berhenti di sentuhan terakhir, tembakan yang kurang bersih, atau keputusan yang terlambat membuat tim membuang momentum. Ketika itu terjadi, lawan mendapat waktu untuk bangkit dan permainan Frankfurt jadi lebih mudah dibaca.
Situasi seperti ini juga memengaruhi ritme tim secara keseluruhan. Jika lini depan gagal memanfaatkan momen yang datang, tekanan balik ke pertahanan langsung meningkat. Tim kemudian bermain lebih gugup, lalu jarak antarpemain makin sulit dijaga. Pada titik itu, satu kesalahan kecil bisa terasa seperti pukulan besar.
Efisiensi di pekan-pekan akhir bukan sekadar soal kualitas penyelesaian. Ini juga soal ketenangan, pilihan yang tepat, dan keberanian untuk mengambil keputusan cepat. Frankfurt membutuhkan itu agar kerja keras mereka di lapangan benar-benar berubah menjadi hasil yang stabil.
Tekanan jadwal, cedera, dan rotasi skuad ikut memperberat keadaan
Masalah Eintracht Frankfurt Bundesliga 2025/2026 tidak datang dari satu sumber saja. Saat jadwal makin padat, tubuh pemain cepat terkuras, lalu cedera dan kondisi fisik yang tidak ideal ikut mempersempit pilihan pelatih.
Di fase akhir musim, kombinasi itu sering terasa lebih berat daripada taktik lawan. Tim yang biasanya agresif bisa tampak lambat, rapuh, dan kehilangan tajamnya tekanan di area lawan.
Beban pertandingan yang menguras energi pemain inti
Jadwal padat membuat pemain inti Frankfurt tidak selalu berada di level terbaik. Ketika laga datang terlalu rapat, stamina menurun lebih cepat, dan itu langsung terlihat pada kualitas sentuhan pertama, kecepatan reaksi, serta konsistensi mengambil keputusan.
Di saat seperti itu, intensitas pressing juga ikut turun. Pemain yang kehabisan tenaga tidak bisa menutup ruang secepat biasanya, sehingga pressing balik jadi terlambat dan lawan lebih mudah keluar dari tekanan. Akibatnya, Frankfurt kehilangan momen untuk merebut bola di area tinggi.
Masalahnya bukan cuma fisik. Saat tubuh lelah, fokus ikut pecah. Satu langkah lambat atau satu duel yang kalah bisa membuka celah besar, apalagi di menit-menit akhir ketika lawan masih punya tenaga lebih segar.
Kelelahan jarang terlihat sebagai satu kesalahan besar. Lebih sering, ia muncul lewat penurunan kecil yang berulang.
Bagi tim seperti Frankfurt, detail kecil itu mahal. Jika pemain inti terus dipaksa tampil penuh tanpa jeda cukup, performa mereka seperti mesin yang dipacu terus-menerus. Masih berjalan, tetapi tidak lagi halus dan bertenaga.
Cedera dan kondisi fisik yang mengurangi pilihan pelatih
Cedera dan pemain yang belum fit membuat pelatih kehilangan banyak opsi penting. Ketika satu atau dua pilar absen, struktur tim ikut berubah, dan perubahan itu tidak selalu mudah dijalankan dalam waktu singkat.
Photo by URLJika pengganti belum punya kualitas yang sama, dampaknya terasa di hampir semua lini. Bek cadangan mungkin kuat saat duel udara, tetapi kurang tenang saat membangun serangan. Gelandang pengganti bisa disiplin, namun tidak selalu punya jangkauan umpan yang sama. Perbedaan kecil seperti ini mengubah cara tim bergerak.
Frankfurt lalu dipaksa menyesuaikan ulang banyak hal sekaligus. Jarak antarposisi bisa berubah, alur serangan jadi kurang rapi, dan koordinasi di transisi defensif menurun. Dalam sepak bola, satu absennya pemain kunci sering punya efek seperti batu yang jatuh ke air, gelombangnya menyebar ke mana-mana.
Ada beberapa dampak yang paling sering muncul:
- Struktur tim melemah, karena pemain baru belum sepenuhnya paham pola kerja rekan setim.
- Kualitas pergantian turun, sebab pengganti tidak selalu memberi level yang setara.
- Risiko kesalahan naik, terutama saat tim dipaksa bermain dengan susunan darurat.
Karena itu, kondisi fisik pemain bukan sekadar urusan medis. Ini adalah soal kestabilan tim. Jika daftar absen terus bertambah, pelatih akan lebih sering menambal masalah daripada membangun ritme permainan.
Rotasi yang tidak selalu memberi hasil stabil
Rotasi memang dibutuhkan, tetapi terlalu sering mengganti susunan pemain juga berisiko. Ketika komposisi berubah terus, chemistry antarpemain sulit terbentuk, dan Frankfurt terlihat kurang padu saat menguasai bola maupun saat bertahan.
Sebaliknya, rotasi yang terlalu sedikit juga punya harga mahal. Pemain inti bisa kelelahan, lalu performa mereka turun pada laga penting. Jadi, pelatih harus mencari titik tengah yang pas, menjaga kebugaran tanpa merusak kebiasaan main yang sudah terbentuk.
Di akhir musim, keseimbangan itu jadi sangat sensitif. Satu pergantian yang terlalu berani bisa memecah ritme. Namun, terlalu konservatif juga bisa membuat tim kehabisan tenaga pada momen penentu. Frankfurt butuh susunan yang cukup segar, tetapi tetap familiar di mata pemain.
Rotasi yang stabil biasanya terlihat lewat hal sederhana. Pemain tahu kapan harus menekan, siapa yang menutup ruang, dan kapan tempo perlu dipercepat. Saat itu tidak berjalan, permainan jadi seperti orkestra yang kehilangan satu-dua pemain penting, suaranya masih ada, tetapi selarasnya hilang.
Pada titik inilah Frankfurt harus cermat. Kebugaran memang perlu dijaga, tetapi chemistry juga tidak boleh dibongkar terlalu sering. Di fase akhir musim, tim yang paling berhasil biasanya bukan yang paling sering mengubah susunan, melainkan yang paling tepat membaca kapan harus berubah dan kapan harus bertahan dengan struktur yang sama.
Dampak krisis ini bagi target Eintracht Frankfurt di Bundesliga 2025/2026
Saat performa turun di fase akhir musim, dampaknya cepat merembet ke banyak arah. Eintracht Frankfurt Bundesliga 2025/2026 tidak hanya kehilangan poin, tetapi juga ruang untuk mengejar target yang sebelumnya masih terbuka lebar.
Di Bundesliga yang selisih poinnya sering rapat, satu hasil buruk bisa mengubah posisi, suasana ruang ganti, dan arah evaluasi klub. Karena itu, periode sulit seperti ini bukan sekadar soal satu kekalahan, melainkan soal apa yang hilang setelah kekalahan itu menumpuk.
Posisi klasemen bisa berubah cepat dalam hitungan pekan
Di Bundesliga, jarak antarklub sering sangat tipis. Itulah sebabnya dua atau tiga hasil buruk saja bisa langsung menggeser Frankfurt dari zona nyaman ke area yang penuh tekanan. Ketika pesaing di sekitar mereka terus meraih poin, posisi klasemen bisa turun tanpa terasa.
Situasi ini makin berbahaya mendekati akhir kompetisi. Setiap laga membawa bobot yang lebih besar, karena tidak ada banyak kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Satu seri yang terasa aman bisa berubah jadi kerugian jika rival di atas dan di bawah tabel sama-sama menang.
Bagi Frankfurt, artinya jelas, mereka tidak boleh menganggap jadwal sisa sebagai formalitas. Mereka harus melihat setiap pekan sebagai final kecil. Jika tidak, target yang tadinya realistis bisa menjauh dalam waktu singkat.
Di fase akhir musim, klasemen sering bergerak lebih cepat daripada narasi tim di lapangan.
Karena itu, tren negatif perlu dihentikan secepat mungkin. Bukan hanya untuk memperbaiki angka, tetapi juga untuk mencegah rasa panik tumbuh di sekitar tim. Begitu tekanan klasemen terasa, permainan biasanya ikut terdorong ke arah yang lebih hati-hati dan kurang berani.
Target Eropa, harga diri, dan kepercayaan publik ikut terpengaruh
Untuk Frankfurt, masalah ini tidak berhenti di posisi liga. Peluang tampil di kompetisi Eropa juga ikut dipertaruhkan, dan itu membuat setiap poin terasa lebih mahal. Jika mereka gagal menjaga jarak dengan para pesaing, pintu menuju target Eropa bisa menutup lebih cepat dari yang diperkirakan.
Selain itu, harga diri klub ikut terseret. Frankfurt punya identitas sebagai tim yang ingin tampil berani, kompetitif, dan tidak mudah runtuh saat tekanan datang. Saat hasil buruk terus muncul, citra itu bisa mulai memudar di mata publik.
Kepercayaan fans juga ikut diuji. Pendukung biasanya masih bisa menerima satu periode buruk, tetapi mereka ingin melihat respons yang jelas. Jika tim terlihat tidak punya arah, dukungan bisa berubah menjadi kritik yang lebih tajam, terutama di stadion maupun ruang diskusi publik.
Ada beberapa dampak yang paling terasa bila tren negatif berlanjut:
- Target Eropa makin sulit dicapai, karena rival langsung justru memanfaatkan setiap slip.
- Citra proyek tim ikut melemah, sebab hasil akhir sering lebih keras daripada rencana awal.
- Kepercayaan fans menurun, terutama jika performa tidak menunjukkan tanda perbaikan.
Pada titik itu, pertandingan Frankfurt tidak lagi dinilai hanya dari skor. Orang mulai melihat cara mereka bereaksi, cara mereka bangkit, dan apakah tim masih punya arah yang jelas. Jika jawabannya samar, keraguan akan tumbuh lebih cepat dari optimisme.
Apa arti periode sulit ini bagi masa depan pelatih dan pemain inti
Periode sulit hampir selalu membawa sorotan lebih tajam ke pelatih. Keputusan taktik, pilihan susunan pemain, dan cara tim merespons tekanan akan dibahas dari berbagai sisi. Jika hasil terus menurun, pertanyaan tentang arah permainan muncul dengan sendirinya, walau belum tentu ada kesimpulan besar yang langsung muncul.
Namun, penilaian itu sebaiknya tetap seimbang. Dalam banyak kasus, masalah hasil tidak hanya datang dari satu orang. Faktor cedera, kebugaran, dan kualitas eksekusi di lapangan juga ikut menentukan. Meski begitu, pelatih tetap menjadi wajah utama saat tim kehilangan stabilitas.
Pemain inti pun tidak lepas dari sorotan. Mereka biasanya diharapkan memberi contoh, menjaga ritme permainan, dan mengangkat tim saat situasi memburuk. Jika kontribusi mereka turun, masa depan beberapa nama bisa ikut dibicarakan, terutama bila klub mulai memikirkan penyegaran skuad.
Yang paling penting, periode ini sering menjadi ukuran untuk melihat siapa yang tahan tekanan dan siapa yang mulai goyah. Pemain yang tetap tenang biasanya mendapat nilai lebih, karena mereka menunjukkan karakter saat tim sedang sulit. Sebaliknya, pemain yang performanya terus menurun bisa menghadapi persaingan tempat yang lebih ketat musim depan.
Frankfurt juga harus berhati-hati agar krisis singkat tidak berubah menjadi penilaian jangka panjang yang terlalu keras. Satu fase buruk tidak otomatis menghapus kualitas tim, tetapi tren negatif yang dibiarkan terus berjalan memang bisa memengaruhi keputusan internal. Di situlah musim ini menjadi ujian nyata, bukan hanya untuk hasil, tetapi juga untuk arah pembangunan tim ke depan.
Jika Frankfurt bisa memutus siklus buruk lebih cepat, mereka masih punya ruang untuk menyelamatkan banyak hal. Jika tidak, yang hilang bukan cuma poin, melainkan juga momentum, rasa percaya diri, dan posisi tawar klub saat memasuki musim berikutnya.
Masih ada jalan keluar jika Frankfurt bisa berbenah dengan cepat
Kondisi sulit tidak selalu berarti musim sudah habis. Untuk Eintracht Frankfurt Bundesliga 2025/2026, ruang perbaikan masih terbuka jika responsnya cepat, rapi, dan tidak terlalu rumit. Yang dibutuhkan bukan perubahan besar yang mengacaukan tim, melainkan perbaikan yang langsung terasa di lapangan.
Frankfurt masih punya modal untuk keluar dari tekanan. Mereka hanya perlu menata ulang beberapa hal dasar, lalu menjaga agar setiap keputusan di pertandingan lebih sederhana dan lebih tepat. Saat tim kembali tenang, hasil biasanya ikut bergerak ke arah yang lebih baik.
Menata ulang pendekatan taktik agar tim lebih aman dan efisien
Perubahan pertama yang paling masuk akal adalah memperbaiki bentuk permainan tanpa membuat tim kehilangan identitas. Frankfurt tidak perlu tampil terlalu terbuka jika lini belakang sedang rapuh. Yang lebih penting adalah menjaga jarak antarpemain, menutup ruang tengah, dan membuat lawan lebih sulit masuk ke area berbahaya.
Pendekatan yang lebih aman bisa dimulai dari tiga hal sederhana:
- Organisasi bertahan yang lebih rapat, agar bek tidak terlalu sering dibiarkan bekerja sendiri.
- Tempo yang lebih terukur, supaya tim tidak boros energi saat belum masuk zona berbahaya.
- Serangan yang lebih langsung, terutama saat ada ruang kosong setelah merebut bola.
Jika bola bisa diarahkan lebih cepat ke area yang tepat, Frankfurt tidak perlu memaksa build-up panjang di setiap serangan. Sering kali, serangan yang singkat dan jelas justru lebih efektif dibanding umpan yang berputar tanpa tujuan. Itu juga membantu tim menghindari kehilangan bola di area yang berbahaya.
Perubahan kecil yang konsisten sering lebih berguna daripada eksperimen besar di fase akhir musim.
Selain itu, pressing juga harus dipilih dengan lebih cermat. Tim tidak harus menekan terus-menerus sepanjang laga, tetapi harus tahu kapan saatnya menutup lawan dengan agresif dan kapan harus turun rapat. Dengan begitu, energi pemain lebih hemat dan struktur tim tidak mudah pecah.
Peran pemain senior untuk menenangkan ruang ganti
Saat tekanan naik, pemain senior punya nilai yang jauh lebih besar dari sekadar pengalaman. Mereka membantu tim tetap tenang ketika pertandingan mulai kacau, dan mereka bisa jadi penyeimbang saat emosi pemain muda naik turun. Dalam situasi seperti ini, suara yang tenang sering lebih berguna daripada teriakan keras.
Di lapangan, kepemimpinan tidak selalu terlihat lewat kata-kata besar. Kadang cukup lewat gestur yang jelas, posisi tubuh yang siap, atau keputusan sederhana untuk memperlambat tempo saat tim butuh napas. Itu bisa menular ke rekan setim dan membuat permainan kembali teratur.
Frankfurt perlu para pemain yang berani mengambil tanggung jawab saat momen sulit datang. Mereka harus jadi sosok pertama yang meminta bola, menutup ruang, dan memberi contoh dalam duel. Ketika pemain senior tampil seperti itu, pemain lain lebih mudah mengikuti ritmenya.
Kehadiran mereka juga penting di ruang ganti. Saat hasil buruk datang beruntun, suasana tim bisa cepat panas. Di titik itu, pemain berpengalaman bisa menahan ledakan emosi, menjaga fokus pada laga berikutnya, dan mencegah masalah kecil berubah jadi beban besar.
Kepemimpinan yang baik punya efek langsung. Tim jadi lebih rapi saat transisi, lebih sabar saat tertinggal, dan lebih disiplin saat unggul tipis. Untuk Eintracht Frankfurt Bundesliga 2025/2026, ketenangan seperti ini bisa menjadi pembeda antara terus jatuh atau mulai bangkit lagi.
Dukungan suporter masih bisa jadi bahan bakar penting
Frankfurt masih punya satu kekuatan besar yang tidak boleh diremehkan, yaitu dukungan suporter. Saat tim tertekan, atmosfer kandang bisa menjadi dorongan nyata. Sorakan yang tepat waktu, dukungan yang tidak putus, dan rasa percaya dari tribun sering memberi energi tambahan yang sulit diukur.
Dalam kondisi seperti ini, fans bukan hanya penonton. Mereka adalah bagian dari ritme emosional tim. Saat stadion hidup, pemain biasanya bermain dengan keberanian yang lebih besar. Tekanan tetap ada, tetapi rasanya tidak seberat saat tim bertanding dalam suasana dingin dan datar.
Dukungan itu juga bisa membantu tim keluar dari momen buruk lebih cepat. Jika satu gol gagal tercipta atau satu kesalahan terjadi, atmosfer positif bisa menjaga tim tetap berjalan. Frankfurt tidak butuh stadion yang menekan mereka sendiri, mereka butuh ruang yang mendorong pemain untuk terus mencoba.
Di sisa musim, semangat kolektif akan sangat penting. Klub, pemain, dan fans harus bergerak ke arah yang sama. Jika semuanya tetap kompak, Frankfurt masih bisa mengakhiri musim dengan hasil yang lebih layak, sekaligus menjaga dasar yang mereka butuhkan untuk membenahi diri lebih jauh.
Pada akhirnya, jalan keluar itu masih ada selama tim mau merespons tanpa panik. Frankfurt tidak harus sempurna untuk bangkit, mereka hanya perlu lebih disiplin, lebih tenang, dan lebih efektif di momen-momen kecil yang menentukan.
Conclusion
Periode sulit yang dialami Eintracht Frankfurt Bundesliga 2025/2026 lahir dari banyak tekanan yang saling menumpuk. Hasil buruk menekan kepercayaan diri, lini belakang kehilangan rasa aman, dan serangan jadi kurang tajam saat momen penting datang. Saat jadwal padat, cedera, dan rotasi ikut menambah beban, masalah kecil berubah jadi rangkaian yang sulit diputus.
Dampaknya juga jelas pada target musim. Posisi klasemen bisa berubah cepat, peluang ke kompetisi Eropa ikut terancam, dan kepercayaan fans mulai diuji. Namun, selama Frankfurt masih bisa memperbaiki organisasi permainan, menenangkan ruang ganti, dan memaksimalkan peran pemain senior, jalan keluar itu masih ada.
Pada akhirnya, fase ini belum tentu menandai musim yang gagal. Yang akan menentukan adalah respons Frankfurt di beberapa laga terakhir, apakah mereka tetap goyah atau mulai menemukan kembali ketenangan dan efisiensi yang sempat hilang. Jika respons itu datang tepat waktu, akhir musim masih bisa diselamatkan dengan cara yang layak.
Jadwal pertandingan mendatang
Belum ada jadwal yang terdata. Cek kembali setelah sinkronisasi data berikutnya.
Hasil pertandingan terbaru
- Sab, 16 MeiEintracht Frankfurt2 – 2VfB StuttgartBundesliga
- Sab, 9 MeiBorussia Dortmund3 – 2Eintracht FrankfurtBundesliga
- Sab, 2 MeiEintracht Frankfurt1 – 2Hamburger SVBundesliga
- Sab, 25 AprFC Augsburg1 – 1Eintracht FrankfurtBundesliga
- Min, 19 AprEintracht Frankfurt1 – 3RB LeipzigBundesliga
- Sab, 11 AprVfL Wolfsburg1 – 2Eintracht FrankfurtBundesliga
- Min, 5 AprEintracht Frankfurt2 – 2FC KölnBundesliga
- Min, 22 MarFSV Mainz 052 – 1Eintracht FrankfurtBundesliga
