Cristiano Ronaldo kembali menulis sejarah di panggung Piala Dunia. Setelah tampil bersama Portugal pada laga Grup K Piala Dunia 2026 melawan DR Congo, Ronaldo resmi masuk daftar lima pemain tertua yang pernah tampil di turnamen sepak bola terbesar dunia.
Di usia 41 tahun, Ronaldo bukan hanya sekadar hadir sebagai pelengkap skuad Portugal. Ia bahkan turun sebagai starter dan memimpin lini depan Selecao das Quinas. Momen ini semakin memperpanjang daftar rekor luar biasa dalam kariernya yang sudah berjalan lebih dari dua dekade.
Piala Dunia 2026 juga menjadi edisi keenam Ronaldo di turnamen ini. Sebuah pencapaian yang sangat langka, bahkan untuk ukuran pemain elite dunia. Ronaldo memulai perjalanan Piala Dunia sejak 2006 dan masih berada di panggung yang sama dua puluh tahun kemudian.
Namun, Ronaldo bukan satu-satunya nama besar yang pernah menantang usia di Piala Dunia. Sebelum dirinya, ada beberapa pemain legendaris yang tetap tampil di usia kepala empat. Beberapa dari mereka adalah penjaga gawang, tetapi ada juga pemain depan seperti Roger Milla yang tetap mencetak sejarah meski sudah berusia 42 tahun.
Ronaldo dan Rekor Panjang Umur di Piala Dunia
Ketika Ronaldo tampil melawan DR Congo, perhatian dunia tidak hanya tertuju kepada hasil pertandingan. Banyak mata juga mengarah kepada fakta bahwa pemain Portugal itu masih mampu bersaing di level tertinggi pada usia 41 tahun.
Bagi seorang penyerang, bertahan sampai usia tersebut bukan perkara mudah. Posisi striker menuntut kecepatan, kekuatan duel, insting, dan ketajaman. Banyak pemain depan mulai menurun jauh sebelum usia 40 tahun. Namun Ronaldo membuktikan bahwa dirinya masih memiliki kondisi fisik dan mental kompetitif untuk berada di panggung sebesar Piala Dunia.
Meski Portugal hanya bermain imbang 1-1 melawan DR Congo, pertandingan itu tetap menjadi tonggak sejarah pribadi bagi Ronaldo. Ia menjadi pemain tertua yang pernah menjadi starter dalam laga Piala Dunia. Ia juga kembali memperpanjang catatan sebagai salah satu pemain dengan perjalanan internasional paling panjang dalam sejarah sepak bola modern.
Masuknya Ronaldo ke daftar pemain tertua Piala Dunia memperlihatkan satu hal penting: sepak bola modern semakin memberi ruang bagi pemain veteran yang mampu menjaga fisik, disiplin, dan profesionalisme. Usia memang tidak bisa dilawan sepenuhnya, tetapi bisa dikelola dengan cara yang luar biasa.
5 Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia
Berikut lima pemain tertua yang pernah tampil di Piala Dunia berdasarkan usia saat mereka bermain di pertandingan turnamen tersebut.
1. Essam El Hadary - Mesir
Essam El Hadary berada di posisi teratas sebagai pemain tertua yang pernah tampil di Piala Dunia. Kiper legendaris Mesir itu bermain pada Piala Dunia 2018 dalam usia 45 tahun lebih.
El Hadary tampil ketika Mesir menghadapi Arab Saudi pada fase grup Piala Dunia 2018. Momen itu langsung menjadi sejarah karena tidak ada pemain lain yang pernah tampil di Piala Dunia pada usia setua dirinya.
Sebagai penjaga gawang, El Hadary dikenal memiliki refleks, pengalaman, dan kepemimpinan yang kuat. Meski usia sudah jauh melewati rata-rata pemain profesional, ia tetap dipercaya menjaga gawang negaranya di panggung paling besar.
Rekor El Hadary terasa sangat sulit dikejar. Untuk melewati catatannya, seorang pemain harus tampil di Piala Dunia saat berusia lebih dari 45 tahun. Dalam sepak bola modern, hal itu masih sangat jarang terjadi, bahkan untuk posisi penjaga gawang.
2. Faryd Mondragon - Kolombia
Faryd Mondragon menempati posisi kedua dalam daftar pemain tertua yang pernah tampil di Piala Dunia. Kiper Kolombia itu bermain di Piala Dunia 2014 pada usia 43 tahun.
Mondragon tampil saat Kolombia menghadapi Jepang. Meski hanya bermain sebagai pemain pengganti, momen itu tetap bersejarah. Ia membuktikan bahwa pengalaman seorang penjaga gawang masih bisa sangat berharga di turnamen besar.
Kehadiran Mondragon di skuad Kolombia bukan hanya soal kemampuan teknis. Ia juga membawa ketenangan, pengalaman, dan pengaruh besar di ruang ganti. Bagi tim yang sedang membangun generasi emas, sosok veteran seperti Mondragon punya peran penting.
Saat itu, Kolombia tampil impresif di Piala Dunia 2014. Nama-nama seperti James Rodriguez menjadi sorotan utama, tetapi keberadaan Mondragon memberi warna emosional tersendiri bagi perjalanan mereka.
3. Roger Milla - Kamerun
Roger Milla adalah salah satu legenda terbesar sepak bola Afrika. Ia menempati posisi ketiga dalam daftar pemain tertua yang pernah tampil di Piala Dunia setelah bermain untuk Kamerun pada Piala Dunia 1994 dalam usia 42 tahun.
Nama Roger Milla sudah lebih dulu meledak pada Piala Dunia 1990. Saat itu, ia menjadi simbol kebangkitan sepak bola Afrika dengan selebrasi ikonik di dekat bendera sudut. Empat tahun kemudian, ia kembali ke Piala Dunia dan mencatat sejarah sebagai salah satu pemain tertua yang pernah tampil.
Yang membuat Milla semakin istimewa adalah posisinya sebagai pemain depan. Jika penjaga gawang masih cukup sering bertahan sampai usia tua, pemain depan biasanya menghadapi penurunan fisik lebih cepat. Namun Milla tetap mampu bersaing di panggung dunia pada usia 42 tahun.
Roger Milla bukan hanya simbol umur panjang. Ia adalah simbol kegembiraan, keberanian, dan kebanggaan Afrika di Piala Dunia. Hingga kini, namanya tetap menjadi salah satu ikon paling dikenang dalam sejarah turnamen.
4. Cristiano Ronaldo - Portugal
Cristiano Ronaldo kini masuk posisi keempat dalam daftar pemain tertua yang pernah tampil di Piala Dunia. Ia bermain untuk Portugal pada Piala Dunia 2026 dalam usia 41 tahun.
Catatan Ronaldo menjadi sangat menarik karena ia bukan penjaga gawang. Ia adalah penyerang yang sepanjang kariernya dikenal mengandalkan fisik, lompatan, kecepatan, dan ketajaman di kotak penalti. Bertahan sampai usia 41 tahun di posisi seperti itu adalah pencapaian luar biasa.
Ronaldo juga mencatatkan penampilan di Piala Dunia keenamnya. Dari Jerman 2006 sampai Amerika Utara 2026, perjalanan Ronaldo bersama Portugal telah melewati banyak generasi, banyak pelatih, dan banyak fase karier.
Meski performanya melawan DR Congo tidak terlalu menentukan hasil akhir, fakta bahwa ia masih dipercaya tampil sebagai starter menunjukkan bagaimana Portugal masih melihat nilai besar dalam pengalaman dan karakter kompetitifnya.
Ronaldo mungkin sudah tidak lagi berada di puncak kecepatan seperti masa mudanya. Namun ia masih membawa aura besar, pengalaman, dan ambisi yang sulit ditandingi. Piala Dunia tetap menjadi satu trofi besar yang belum pernah ia raih bersama Portugal.
5. Pat Jennings - Irlandia Utara
Pat Jennings melengkapi daftar lima besar pemain tertua yang pernah tampil di Piala Dunia. Kiper legendaris Irlandia Utara itu bermain pada Piala Dunia 1986 saat berusia 41 tahun.
Jennings tampil melawan Brasil dalam pertandingan yang juga menjadi salah satu momen penting dalam karier panjangnya. Sebagai penjaga gawang, ia dikenal sebagai sosok yang tenang, berpengalaman, dan sangat dihormati.
Karier Jennings membentang sangat panjang, baik di level klub maupun internasional. Ia menjadi salah satu contoh bahwa penjaga gawang bisa mempertahankan kualitas lebih lama jika mampu menjaga refleks, positioning, dan ketenangan.
Kehadiran Jennings di daftar ini juga menunjukkan dominasi posisi penjaga gawang dalam kategori pemain tertua. Dari lima nama teratas, tiga di antaranya adalah kiper. Hal ini wajar karena penjaga gawang biasanya tidak membutuhkan mobilitas seluas pemain outfield.
Kenapa Banyak Pemain Tertua Berposisi Kiper?
Daftar pemain tertua Piala Dunia menunjukkan pola menarik. Mayoritas nama di papan atas adalah penjaga gawang. Essam El Hadary, Faryd Mondragon, dan Pat Jennings semuanya bermain sebagai kiper.
Hal ini tidak terlalu mengejutkan. Posisi penjaga gawang memiliki tuntutan fisik yang berbeda dibandingkan pemain outfield. Kiper tidak harus terus berlari sepanjang pertandingan. Mereka lebih mengandalkan refleks, positioning, konsentrasi, komunikasi, dan pengalaman membaca permainan.
Seorang kiper veteran bisa tetap sangat berguna jika mampu menjaga kondisi fisik dan refleksnya. Pengalaman mereka bahkan sering menjadi nilai tambah. Dalam situasi tekanan tinggi, kiper tua yang tenang bisa memberi rasa aman kepada seluruh tim.
Berbeda dengan pemain depan atau gelandang, kiper bisa menghemat energi lebih banyak. Mereka tidak selalu harus melakukan sprint panjang, pressing, atau duel fisik sepanjang pertandingan. Karena itu, usia karier penjaga gawang biasanya lebih panjang.
Itulah mengapa pencapaian Ronaldo dan Roger Milla terasa sangat spesial. Keduanya adalah pemain depan. Mereka bermain di posisi yang biasanya menuntut ledakan fisik lebih tinggi. Mampu masuk lima besar pemain tertua Piala Dunia sebagai pemain outfield adalah prestasi langka.
Ronaldo dan Roger Milla: Dua Penyerang yang Melawan Usia
Jika melihat daftar lima besar, dua nama yang paling mencolok sebagai pemain outfield adalah Roger Milla dan Cristiano Ronaldo. Keduanya berasal dari era yang berbeda, tetapi sama-sama membuktikan bahwa usia tidak selalu membatasi pengaruh seorang penyerang.
Roger Milla melakukannya dengan gaya penuh kegembiraan. Ia dikenal sebagai pemain yang punya insting tajam dan selebrasi ikonik. Milla membawa warna berbeda ke Piala Dunia dan menjadi simbol kebanggaan Kamerun serta Afrika.
Ronaldo melakukannya dengan cara yang berbeda. Ia membangun karier lewat disiplin ekstrem, perawatan fisik, dan ambisi yang hampir tidak pernah padam. Sepanjang kariernya, Ronaldo terus mengubah gaya bermain agar tetap relevan.
Saat muda, Ronaldo adalah winger eksplosif yang sering melewati lawan dengan dribel dan kecepatan. Ketika semakin matang, ia berubah menjadi mesin gol yang sangat tajam di kotak penalti. Saat memasuki usia tua, ia lebih banyak mengandalkan positioning, pengalaman, dan naluri mencetak gol.
Transformasi inilah yang membuat Ronaldo masih bisa bertahan. Ia tidak lagi sama seperti Ronaldo 2006 atau 2014, tetapi ia tetap menjadi sosok yang sulit diabaikan.
Piala Dunia Keenam Ronaldo
Salah satu catatan terbesar Ronaldo di Piala Dunia 2026 adalah partisipasinya di edisi keenam. Tidak banyak pemain yang mampu bertahan di level internasional selama itu.
Piala Dunia berlangsung empat tahun sekali. Artinya, untuk tampil dalam enam edisi, seorang pemain harus berada di level tertinggi selama sekitar dua dekade. Itu membutuhkan konsistensi luar biasa, kondisi fisik istimewa, dan kepercayaan terus-menerus dari pelatih tim nasional.
Ronaldo memulai perjalanan Piala Dunia pada 2006. Saat itu, ia masih menjadi pemain muda penuh energi. Dua puluh tahun kemudian, ia datang sebagai kapten veteran yang membawa pengalaman luar biasa.
Perjalanan panjang itu membuat Ronaldo menjadi salah satu tokoh terbesar dalam sejarah turnamen, meski ia belum pernah memenangkan trofi Piala Dunia. Justru karena trofi itu belum ia raih, setiap penampilannya di turnamen ini terasa semakin emosional.
Portugal Masih Memburu Trofi yang Hilang
Bagi Ronaldo, Piala Dunia adalah satu bagian besar yang masih hilang dari koleksi trofinya. Ia sudah memenangkan banyak gelar klub, Liga Champions, Ballon d'Or, Euro, dan UEFA Nations League bersama Portugal. Namun Piala Dunia tetap menjadi mimpi terbesar yang belum terwujud.
Pada 2026, Portugal datang dengan skuad yang kuat. Mereka memiliki pemain-pemain berkualitas di hampir semua lini. Nama-nama seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Vitinha, Joao Neves, dan Pedro Neto membuat Portugal memiliki kedalaman yang menarik.
Namun laga pembuka melawan DR Congo menunjukkan bahwa perjalanan Portugal tidak akan mudah. Mereka sempat unggul cepat, tetapi gagal menjaga momentum dan akhirnya ditahan imbang 1-1.
Hasil itu menjadi peringatan penting. Nama besar dan skuad mewah tidak menjamin kemenangan. Portugal harus lebih tajam, lebih cepat, dan lebih efektif jika ingin melangkah jauh.
Usia Tua di Sepak Bola Modern
Masuknya Ronaldo ke daftar lima pemain tertua Piala Dunia juga menjadi cerminan perubahan dalam sepak bola modern. Dulu, pemain di atas usia 35 tahun sering dianggap mendekati akhir karier. Kini, beberapa pemain masih mampu tampil kompetitif mendekati atau bahkan melewati usia 40 tahun.
Perkembangan sport science, nutrisi, pemulihan, teknologi latihan, dan manajemen beban kerja membuat karier pemain bisa lebih panjang. Pemain elite kini lebih memahami cara menjaga tubuh mereka.
Namun teknologi saja tidak cukup. Dibutuhkan disiplin pribadi yang luar biasa. Ronaldo adalah salah satu contoh paling terkenal dalam hal ini. Ia dikenal sangat menjaga pola latihan, pola makan, tidur, dan pemulihan.
Itulah alasan mengapa ia masih bisa bermain di Piala Dunia pada usia 41 tahun. Banyak pemain punya bakat besar, tetapi tidak semua punya komitmen panjang untuk menjaga level tubuh dan mental selama dua dekade.
Daftar yang Penuh Legenda
Masuk ke daftar pemain tertua Piala Dunia bukan sekadar catatan umur. Daftar ini dipenuhi nama-nama yang punya cerita besar. El Hadary adalah simbol ketahanan Mesir. Mondragon adalah penjaga tradisi Kolombia. Milla adalah ikon Afrika. Ronaldo adalah simbol ambisi tanpa batas. Jennings adalah legenda Irlandia Utara.
Mereka semua membuktikan bahwa usia tua dalam sepak bola tidak selalu berarti akhir. Kadang, usia justru memberi nilai lebih berupa pengalaman, ketenangan, dan kepemimpinan.
Tentu tidak semua pemain bisa mengikuti jejak mereka. Untuk tampil di Piala Dunia pada usia kepala empat, seorang pemain harus memiliki kombinasi langka: tubuh yang masih siap, mental yang kuat, kualitas yang diakui, dan pelatih yang percaya.
Itulah yang membuat daftar ini sangat spesial. Tidak banyak pemain yang bisa berada di sana. Ronaldo kini menjadi bagian dari kelompok langka itu.
Apakah Rekor El Hadary Bisa Dikejar?
Rekor Essam El Hadary sebagai pemain tertua yang pernah tampil di Piala Dunia masih terlihat sangat jauh. Ia bermain di usia lebih dari 45 tahun. Untuk ukuran sepak bola internasional, angka itu hampir tidak masuk akal.
Ronaldo kini berada di usia 41 tahun. Jika ingin melewati El Hadary, ia harus tampil di Piala Dunia berikutnya dalam usia lebih dari 45 tahun. Secara teori, itu sangat sulit, terutama karena Ronaldo bermain sebagai penyerang, bukan penjaga gawang.
Namun satu hal yang membuat Ronaldo selalu menarik adalah kemampuannya menolak batas. Banyak orang pernah memperkirakan ia akan berhenti lebih cepat, tetapi ia terus memperpanjang kariernya. Meski begitu, secara realistis, masuk lima besar saja sudah menjadi pencapaian yang sangat besar.
Rekor El Hadary mungkin masih aman untuk waktu lama. Namun Ronaldo telah menciptakan rekor berbeda: menjadi salah satu pemain outfield tertua yang tampil di Piala Dunia dan pemain tertua yang menjadi starter dalam pertandingan turnamen tersebut.
Kesimpulan
Cristiano Ronaldo resmi masuk daftar lima pemain tertua yang pernah tampil di Piala Dunia setelah bermain untuk Portugal di Piala Dunia 2026. Di usia 41 tahun, Ronaldo berdiri sejajar dengan nama-nama legendaris seperti Essam El Hadary, Faryd Mondragon, Roger Milla, dan Pat Jennings.
Daftar lima besar pemain tertua Piala Dunia saat ini diisi oleh Essam El Hadary, Faryd Mondragon, Roger Milla, Cristiano Ronaldo, dan Pat Jennings. Dari daftar tersebut, Ronaldo menjadi salah satu nama paling istimewa karena ia bermain sebagai penyerang, posisi yang biasanya sulit bertahan hingga usia kepala empat.
Momen ini semakin menegaskan umur panjang karier Ronaldo. Dari Piala Dunia 2006 sampai 2026, ia terus menjadi bagian dari cerita besar Portugal. Meski trofi Piala Dunia masih belum ia raih, kehadirannya di turnamen ini tetap menjadi bukti ambisi, disiplin, dan daya tahan luar biasa.
Ronaldo mungkin tidak lagi semuda dulu, tetapi sejarah kembali mencatat namanya. Dan di Piala Dunia 2026, ia membuktikan bahwa legenda sejati tidak hanya dikenang karena masa jayanya, tetapi juga karena kemampuannya bertahan saat usia mulai berbicara.

