Inggris memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan besar atas Kroasia. Bermain dalam laga pembuka Grup L, The Three Lions menang 4-2 dalam pertandingan yang penuh drama, tempo tinggi, dan momen penting dari sang kapten, Harry Kane.
Kemenangan ini bukan hanya memberi Inggris tiga poin pertama, tetapi juga menghadirkan catatan bersejarah. Harry Kane mencetak dua gol dan menyamai rekor Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di Piala Dunia dengan 10 gol. Bagi Kane, malam melawan Kroasia menjadi bukti bahwa ia masih menjadi tumpuan utama Inggris di panggung terbesar sepak bola dunia.
Inggris memang menang, tetapi laga ini tidak berjalan mudah. Kroasia dua kali menyamakan kedudukan dan membuat pertandingan terasa menegangkan. Martin Baturina dan Petar Musa memberi perlawanan sengit untuk Kroasia, sebelum Inggris akhirnya memastikan kemenangan lewat Jude Bellingham dan Marcus Rashford.
Hasil 4-2 ini membuat Inggris langsung mengambil posisi kuat di Grup L. Namun di balik kemenangan tersebut, ada banyak catatan menarik yang layak dibahas. Mulai dari rekor Harry Kane, respons tim setelah babak pertama yang kacau, hingga pekerjaan rumah besar di lini belakang.
Inggris Buka Piala Dunia dengan Kemenangan Penting
Laga pembuka selalu penting dalam turnamen sebesar Piala Dunia. Hasil pertandingan pertama sering menentukan suasana ruang ganti, kepercayaan diri pemain, dan tekanan untuk laga berikutnya. Karena itu, kemenangan atas Kroasia menjadi modal besar bagi Inggris.
Kroasia bukan lawan sembarangan. Mereka punya pengalaman panjang di turnamen besar, termasuk pernah mengalahkan Inggris di semifinal Piala Dunia 2018. Pertemuan ini membawa memori lama bagi publik Inggris, karena Kroasia pernah menjadi tim yang menghentikan mimpi besar The Three Lions di Rusia.
Kali ini, Inggris berhasil membalas dengan cara yang meyakinkan. Skor 4-2 menunjukkan kekuatan serangan mereka. Namun pertandingan juga memperlihatkan bahwa Inggris belum sepenuhnya aman secara pertahanan.
Thomas Tuchel, pelatih Inggris, mendapat kemenangan penting di laga awal. Namun ia juga mendapatkan banyak bahan evaluasi. Inggris terlihat tajam saat menyerang, tetapi beberapa kali terlalu mudah ditembus ketika Kroasia melakukan transisi.
Harry Kane Jadi Tokoh Utama
Harry Kane kembali menjadi pusat cerita Inggris. Sang kapten mencetak dua gol yang sangat penting. Gol pertama membuat Inggris membuka keunggulan, sementara gol kedua kembali membawa The Three Lions unggul setelah Kroasia sempat menyamakan kedudukan.
Kane tampil seperti penyerang yang sangat memahami momen besar. Ia tidak hanya menunggu bola di kotak penalti, tetapi juga ikut membantu membangun serangan, menarik perhatian bek, dan memberi ketenangan kepada rekan setim.
Dua golnya ke gawang Kroasia mempertegas status Kane sebagai salah satu penyerang terbaik dalam sejarah Inggris. Ia bukan hanya top skor sepanjang masa negaranya, tetapi juga kini menyamai rekor Gary Lineker di Piala Dunia.
Catatan 10 gol Piala Dunia adalah angka yang sangat istimewa. Tidak banyak pemain Inggris mampu mencapai level tersebut. Bagi Kane, pencapaian ini menjadi bagian penting dari warisannya bersama tim nasional.
Samai Rekor Gary Lineker
Gary Lineker selama bertahun-tahun dikenal sebagai rujukan terbesar Inggris dalam urusan gol di Piala Dunia. Lineker mencetak 10 gol untuk Inggris di turnamen tersebut dan menjadi simbol ketajaman The Three Lions di panggung dunia.
Kini Harry Kane berdiri sejajar dengan legenda itu. Dua gol melawan Kroasia membuat Kane mencapai angka 10 gol Piala Dunia untuk Inggris. Catatan ini terasa semakin besar karena Kane melakukannya sebagai kapten dan pemimpin generasi baru Inggris.
Rekor ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti konsistensi Kane di turnamen besar. Ia sudah menjadi top skor Piala Dunia 2018, tetap penting di Piala Dunia 2022, dan kembali menjadi pembeda di Piala Dunia 2026.
Dengan turnamen yang masih panjang, Kane punya peluang untuk melewati Lineker dan menjadi pencetak gol Piala Dunia terbanyak Inggris secara mutlak. Jika ia terus tampil tajam, rekor itu bisa pecah dalam pertandingan berikutnya.
Kane Bukan Hanya Pencetak Gol
Salah satu hal yang membuat Harry Kane spesial adalah kemampuannya memberi dampak lebih dari sekadar gol. Ia bukan tipe penyerang yang hanya berdiri di area penalti. Kane sering turun ke ruang tengah, membantu mengalirkan bola, dan membuka ruang bagi pemain sayap.
Melawan Kroasia, peran itu kembali terlihat. Kane menjadi titik tumpu serangan Inggris. Ketika bola diarahkan kepadanya, ia bisa menahan, memantulkan, atau mengalihkan permainan ke sisi lain.
Kemampuan ini membuat Inggris memiliki variasi serangan yang lebih kaya. Jude Bellingham, Marcus Rashford, dan pemain sayap Inggris bisa memanfaatkan ruang yang tercipta dari pergerakan Kane.
Di usia yang semakin matang, Kane menjadi penyerang yang semakin lengkap. Ia tidak lagi hanya diukur dari jumlah gol, tetapi dari bagaimana ia membuat seluruh sistem serangan Inggris menjadi lebih hidup.
Kroasia Dua Kali Samakan Skor
Meski Inggris akhirnya menang, Kroasia memberi perlawanan yang tidak bisa diremehkan. Mereka dua kali menyamakan kedudukan dan membuat pertandingan berlangsung sangat terbuka.
Martin Baturina menjadi salah satu pemain yang memberi masalah bagi Inggris. Golnya membuat Kroasia kembali ke pertandingan dan menunjukkan bahwa lini belakang Inggris masih bisa ditembus jika kehilangan konsentrasi.
Petar Musa juga mencatatkan nama di papan skor. Golnya kembali membuat Inggris berada dalam tekanan. Pada fase ini, pertandingan terasa bisa bergerak ke arah mana pun.
Kroasia menunjukkan karakter yang sudah lama menjadi ciri mereka di turnamen besar: tidak mudah menyerah. Namun pada akhirnya, kualitas individu Inggris dan respons kuat di babak kedua menjadi pembeda.
Jude Bellingham Ubah Ritme Pertandingan
Jude Bellingham menjadi salah satu pemain penting dalam kemenangan Inggris. Setelah babak pertama berjalan sulit dan Kroasia mampu memberi tekanan besar, Bellingham membantu mengubah ritme permainan pada babak kedua.
Gol Bellingham memberi Inggris keunggulan penting dan membantu tim bermain lebih percaya diri. Ia tampil sebagai gelandang modern yang mampu memberi energi, membawa bola, masuk ke kotak penalti, dan menjadi ancaman langsung.
Bellingham semakin menunjukkan bahwa ia bukan hanya masa depan Inggris, tetapi juga kekuatan besar mereka saat ini. Di usia muda, ia sudah memikul peran besar di lini tengah dan mampu tampil dalam pertandingan penuh tekanan.
Kombinasi Kane dan Bellingham menjadi salah satu senjata paling berbahaya Inggris. Kane memberi pengalaman dan ketajaman, sementara Bellingham memberi tenaga, kreativitas, dan keberanian.
Marcus Rashford Kunci Kemenangan
Marcus Rashford juga ikut mencatatkan namanya dalam kemenangan Inggris. Golnya membuat skor menjadi 4-2 dan memastikan Kroasia tidak lagi punya cukup waktu untuk mengejar.
Kontribusi Rashford menjadi penting karena menunjukkan kedalaman skuad Inggris. Ketika pertandingan mulai terbuka, pemain dengan kecepatan seperti Rashford bisa sangat berbahaya.
Rashford mampu memanfaatkan ruang yang ditinggalkan Kroasia saat mereka mencoba mengejar skor. Dalam situasi transisi, ia tetap menjadi salah satu pemain paling berbahaya.
Gol ini bisa menjadi dorongan penting bagi kepercayaan dirinya. Dalam turnamen panjang, Inggris membutuhkan banyak pemain yang bisa berkontribusi, bukan hanya Kane atau Bellingham.
Tuchel Dapat Kemenangan, Tapi Masih Banyak PR
Thomas Tuchel boleh merasa lega karena Inggris menang di laga pertama. Namun pelatih asal Jerman itu tentu tahu bahwa performa timnya belum sempurna.
Inggris terlihat sangat menjanjikan dalam menyerang. Mereka mencetak empat gol melawan Kroasia, sebuah pencapaian yang tidak mudah. Namun dua gol yang bersarang ke gawang mereka menjadi peringatan.
Lini belakang Inggris beberapa kali kehilangan bentuk. Kesalahan di area tengah dan kurang rapinya koordinasi pertahanan membuat Kroasia bisa menciptakan situasi berbahaya.
Jika Inggris ingin melangkah jauh, masalah seperti ini harus segera diperbaiki. Melawan lawan yang lebih klinis, celah kecil bisa berakibat fatal.
Set Piece Jadi Senjata Inggris
Salah satu catatan menarik dari laga ini adalah kekuatan Inggris dalam situasi bola mati. Gol Kane dari sundulan memperlihatkan betapa berbahayanya Inggris ketika mendapat peluang dari set piece.
Inggris memang memiliki banyak pemain dengan postur, timing, dan kualitas umpan yang baik. Declan Rice, Kane, John Stones, dan beberapa pemain lain bisa menjadi ancaman dalam situasi sepak pojok atau tendangan bebas.
Di turnamen seperti Piala Dunia, set piece sering menjadi pembeda. Pertandingan besar kadang berjalan ketat, dan gol dari bola mati bisa membuka jalan kemenangan.
Jika Tuchel mampu memaksimalkan aspek ini, Inggris akan memiliki senjata tambahan selain serangan terbuka dari pemain-pemain kreatif mereka.
Defensi Inggris Jadi Sorotan
Meski mencetak empat gol, Inggris tidak bisa sepenuhnya puas. Dua gol Kroasia memperlihatkan bahwa pertahanan mereka masih rentan.
Kroasia mampu memanfaatkan momen ketika Inggris kehilangan bola dan tidak cepat menutup ruang. Dalam beberapa situasi, lini belakang Inggris terlihat kurang kompak.
Hal ini menjadi catatan serius karena Inggris akan menghadapi lawan-lawan dengan karakter berbeda di Grup L. Ghana memiliki kekuatan fisik dan kecepatan, sedangkan Panama bisa memberi kejutan jika diberi ruang.
Tuchel harus menemukan keseimbangan antara agresivitas menyerang dan keamanan bertahan. Inggris punya kualitas untuk mencetak banyak gol, tetapi mereka juga harus bisa mengontrol risiko.
Balas Memori Pahit 2018
Kemenangan atas Kroasia juga punya nilai emosional bagi Inggris. Pada Piala Dunia 2018, Kroasia menghentikan langkah Inggris di semifinal. Kekalahan itu menjadi salah satu momen paling menyakitkan bagi generasi Inggris saat itu.
Delapan tahun kemudian, Inggris bertemu lagi dengan Kroasia di Piala Dunia. Kali ini hasilnya berbeda. Inggris menang, mencetak empat gol, dan membuka turnamen dengan penuh percaya diri.
Tentu kemenangan fase grup tidak bisa sepenuhnya membayar luka semifinal. Namun secara psikologis, hasil ini tetap penting. Inggris menunjukkan bahwa mereka bisa melewati lawan yang pernah menjadi mimpi buruk.
Bagi Kane, laga ini juga terasa spesial. Ia adalah bagian dari tim yang kalah pada 2018, dan kini ia menjadi tokoh utama dalam kemenangan Inggris atas lawan yang sama.
Grup L Mulai Memanas
Dengan kemenangan 4-2 atas Kroasia, Inggris langsung berada dalam posisi bagus di Grup L. Mereka mengoleksi tiga poin dan memiliki modal gol yang cukup baik.
Ghana juga meraih kemenangan atas Panama, sehingga persaingan grup langsung menarik sejak awal. Inggris dan Ghana sama-sama memulai turnamen dengan hasil positif.
Laga Inggris melawan Ghana berikutnya akan menjadi ujian penting. Jika Inggris kembali menang, peluang mereka untuk lolos ke fase gugur akan terbuka sangat lebar.
Namun Kroasia belum boleh dicoret. Mereka masih punya kualitas dan pengalaman untuk bangkit. Kekalahan dari Inggris memang berat, tetapi turnamen belum selesai.
Kane Punya Peluang Pecahkan Rekor
Setelah menyamai rekor Gary Lineker, Harry Kane kini tinggal membutuhkan satu gol lagi untuk berdiri sendiri sebagai pencetak gol Piala Dunia terbanyak Inggris.
Peluang itu sangat terbuka. Inggris masih memiliki beberapa pertandingan di fase grup, dan jika mereka melangkah jauh, Kane punya banyak kesempatan menambah gol.
Rekor ini akan menjadi pencapaian besar dalam karier Kane. Selama ini, ia sering dikaitkan dengan pertanyaan soal trofi. Namun di level individu bersama Timnas Inggris, catatannya sudah sangat luar biasa.
Menjadi top skor Piala Dunia sepanjang masa Inggris akan membuat namanya semakin kokoh dalam sejarah The Three Lions. Kane bukan hanya pemain hebat di liga, tetapi juga pencetak gol besar di panggung internasional.
Inggris Punya Serangan Menakutkan
Empat gol ke gawang Kroasia menunjukkan bahwa Inggris punya serangan yang sangat berbahaya. Kane, Bellingham, Rashford, dan para pemain sayap memberi banyak opsi.
Mereka bisa mencetak gol dari penalti, bola mati, serangan terbuka, dan transisi cepat. Variasi ini penting karena lawan akan mencoba menutup satu jalur serangan.
Jika Kane dijaga ketat, Bellingham bisa masuk dari lini kedua. Jika pertahanan lawan terlalu sempit, pemain sayap bisa menyerang ruang. Jika permainan terbuka, Rashford bisa memanfaatkan kecepatannya.
Inilah alasan Inggris tetap menjadi salah satu kandidat kuat di Piala Dunia 2026. Mereka punya kualitas individu besar dan banyak pemain yang bisa menentukan pertandingan.
Kroasia Harus Segera Bangkit
Bagi Kroasia, kekalahan ini tentu mengecewakan. Mereka mencetak dua gol melawan Inggris, tetapi tetap pulang tanpa poin.
Masalah terbesar Kroasia ada pada pertahanan. Mereka terlalu mudah kehilangan konsentrasi dalam beberapa momen penting. Melawan tim sekelas Inggris, kesalahan seperti itu langsung dihukum.
Namun Kroasia masih memiliki peluang. Mereka punya pemain berpengalaman, mental turnamen yang kuat, dan kualitas untuk mengalahkan lawan berikutnya.
Mereka harus segera memperbaiki organisasi bertahan dan menjaga kepercayaan diri. Kekalahan di laga pertama bukan akhir segalanya, tetapi respons di laga kedua akan sangat menentukan nasib mereka.
Catatan Menarik dari Inggris vs Kroasia
Ada beberapa catatan penting dari pertandingan ini. Pertama, Harry Kane menyamai rekor Gary Lineker dengan 10 gol Piala Dunia untuk Inggris. Ini menjadi cerita terbesar dari laga tersebut.
Kedua, Inggris menunjukkan kekuatan serangan yang luar biasa dengan mencetak empat gol melawan lawan kuat. Ketiga, lini belakang Inggris masih perlu banyak perbaikan setelah kebobolan dua gol.
Keempat, Jude Bellingham kembali membuktikan pengaruh besarnya di lini tengah. Kelima, kemenangan ini memberi Inggris posisi awal yang kuat di Grup L.
Semua catatan itu membuat pertandingan Inggris vs Kroasia menjadi salah satu laga paling menarik di awal Piala Dunia 2026.
Kesimpulan
Inggris membuka Piala Dunia 2026 dengan kemenangan penting 4-2 atas Kroasia. Harry Kane menjadi bintang utama setelah mencetak dua gol dan menyamai rekor Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di Piala Dunia dengan 10 gol.
Jude Bellingham dan Marcus Rashford juga ikut mencetak gol untuk memastikan kemenangan The Three Lions. Di sisi lain, Kroasia memberi perlawanan kuat lewat gol Martin Baturina dan Petar Musa.
Kemenangan ini memberi Inggris modal besar di Grup L. Namun Thomas Tuchel tetap punya pekerjaan rumah besar, terutama dalam memperbaiki pertahanan yang sempat terlihat rapuh.
Bagi Kane, malam melawan Kroasia menjadi bagian penting dari sejarah pribadinya. Ia kini sejajar dengan Gary Lineker, dan hanya butuh satu gol lagi untuk menjadi pencetak gol Piala Dunia terbanyak Inggris sepanjang masa.
Inggris menang, Kane mencetak sejarah, dan Grup L langsung memanas. Jika The Three Lions bisa memperbaiki kelemahan di belakang, kemenangan atas Kroasia bisa menjadi awal dari perjalanan besar mereka di Piala Dunia 2026.

